PERANG MAJAPAHIT vs DEMAK Alkisah, sepulang dari Giri, sang patih melaporkan hasil penaklukan terhadap Giri yang dipimpin oleh orang Cina beragama Islam bernama Setyasena. Ia membawa senjata pedang bertangkai panjang. Pasukannya berjumlah tiga ratus yang pandai bersilat dengan kumis panjang berkepala gundul, berpakaian serba seperti haji. Dalam berperang mereka lincah seperti belalang. Sementara
Dalam berperang mereka lincah seperti belalang. Sementara pasukan Majapahit menembaki. Akibatnya, pasukan Giri tampak jatuh berjumpalitan tidak mampu menerima peluru. Senapati Setyasena menemui ajal. Pasukan Giri melarikan diri ke hutan dan gunung. Sebagian juga berlayar dan lari ke Bonang dan terus diburu oleh pasukan Majapahit. Sunan Giri dan Sunan Bonang yang ikut dalam perahu itu dikira
Kantor Berita Common Ground Mitra Kemanusiaan Bagi Hubungan Muslim-Barat yang Saling Asah, Asih, Asuh 22 - 28 Februari 2008 Jika halaman ini tidak tampil sebagaimana mestinya, klik di sini. Kantor Berita Common Ground - Mitra Kemanusiaan (CGNews - MK) bertujuan mendorong perspektif dan dialog konstruktif yang berkaitan dengan hubungan Muslim-Barat. Layanan ini juga tersedia dalam bahasa
Pada tahun 627M menyusul peperangan kembali antara Madinah dengan Quraisy Mekah. Kali ini, suku Quraisy didukung oleh orang-orang Yahudi dari bani Nadir (yang dendam kepada Muhammad karena telah membunuhi sanak saudara, merampas harta benda mereka dan mengusir mereka dari Madinah). Berjumlah 10 ribu orang gabungan antara suku-suku Arab yang benci kepada Muhammad dan Yahudi suku Nadir, mengepung
Pada tahun 627M menyusul peperangan kembali antara Madinah dengan Quraisy Mekah. Kali ini, suku Quraisy didukung oleh orang-orang Yahudi dari bani Nadir (yang dendam kepada Muhammad karena telah membunuhi sanak saudara, merampas harta benda mereka dan mengusir mereka dari Madinah). Berjumlah 10 ribu orang gabungan antara suku-suku Arab yang benci kepada Muhammad dan Yahudi suku Nadir, mengepung